Cinta


    

 Cinta, kata-kata yang sering terucap dalam kehidupan manusia. Sebuah kata yang sebenarnya memiliki banyak arti tetapi terkadang disamarkan sebagai sesuatu yang sangat sakral dan harus diagungkan. Kenyataannya banyak penipuan, kejahatan dan kebusukan manusia dengan menggunakan kata cinta dipermukaan nya. Contoh, aksi bom bunuh diri yang marak terjadi di berbagai belahan dunia. Kebanyakan pelaku memiliki motif kecintaan terhadap keyakinan nya, sehingga orang-orang yang tidak mencintai hal yang sama harus dimusnahkan. Dalam kasus lain, pemerintah mengaku mencintai rakyatnya, diberikanlah berbagai macam bantuan, tetapi dengan tujuan mengalihkan sesuatu yang terjadi dibaliknya. Pengerukan sumber daya alam, kongkalikong dengan negara atau perusahaan asing, penjualan pulau, korupsi dan sebagainya. Bahkan ada pula kasus yang sangat dengan kita, misal suami yang memarahi istri bahkan sampai terjadi aksi kekerasan akibat suami merasa telah memberi nafkah, tetapi istri tidak berlaku sesuai kemauan nya. Padahal, secara umum diyakini bahwa terjadinya pasangan suami-istri adalah karena cinta diantara mereka berdua, akan tetapi mengapa bisa terjadi hal seperti contoh diatas? Dimana cinta nya?

    Menurut saya, pengertian cinta bagi seseorang itu terkadang terlalu dangkal. Yaitu sebatas menyukai keyakinan, benda atau mahkluk lain yang terkadang di ikuti perasaan pamrih, berharap rasa cintanya dibalas dengan sesuatu sebagai imbalan. Cinta apa yang mengharapkan imbalan? Bagi saya, sangatlah hebat bagi seorang manusia yang bisa mendeskripsikan alasannya mencintai seseorang atau sesuatu, karena ketika kita mengetahui alasan-alasan tersebut, saat itulah kita mulai menghitung benefit-benefit apa saja yang akan kita dapatkan. Tuluskah cinta semacam itu? Kalau sebatas suka, masuk akal jika kita memperhitungkan benefitnya, untuk apa kita suka jika tidak mendapat benefitnya. Membingungkan mungkin? Baik, saya coba masuk ke dalam contoh.

    Saya merupakan penyuka kopi, terlebih kopi hitam apapun varietas bijinya. Saya masih bisa menjelaskan alasan saya menyukai kopi, beberapa diantaranya:
1. Menyegarkan badan yang lesu dan mengantuk
2. Kopi mampu mencegah beberapa jenis kanker, diantaranya kanker liver dan kanker usus besar
3. Kopi mengandung antioksidan yang tinggi
4. Kopi memiliki cita rasa yang unik di setiap varietasnya, terlebih Indonesia memiliki beragam jenis kopi
5. Berbagai cara menyeduh yang menarik untuk dipelajari
6. Minuman yang cocok ketika sedang mengobrol atau sekedar menikmati waktu senggang

    Di atas adalah alasan saya menyukai kopi, saya tahu benar benefit apa yang akan saya dapat dari kopi, itu sebabnya saya sangat menyukai kopi. Saya belum pada tahap mencintai kopi, karena apabila ada risiko yang tidak sebanding dengan alasan-alasan saya diatas, maka akan dengan mudah saya tinggalkan kebiasaan minum kopi tersebut, tidak perlu pikir panjang. Baik, kita masuk pada contoh kedua.

    Saya mendengarkan musik-musik ber-genre rock dan metal setiap hari. Saya benar-benar jatuh cinta, setiap mendengarkan lagu-lagu dari genre tersebut saya merasa lebih "hidup", entah koneksi macam apa itu, tetapi seolah ada suntikan semangat yang sulit saya jelaskan. Tak jarang ketika di tempat umum, tiba-tiba terdengar musik dari genre tersebut, sontak saya mengetukkan kaki, jari tangan, ataupun mengangguk-anggukkan kepala saya. Saya tidak dapat menjelaskan alasannya, pokoknya setel saja maka saya akan merasa bahagia. Koneksi seperti itulah yang saya anggap sebagai cinta, tidak perlu mengetahui alasannya, tetapi langsung menyatu begitu saja. "Loh, tetapi kan pasti ada kronologi bagaimana anda bisa mencintai musik itu?", mungkin itu yang ada di benak para pembaca sekalian. Ya memang setiap cinta pasti ada kronologi dibaliknya. Dalam kasus ini, saya alami sekitar tahun 2007/2008 ketika saya mulai kursus gitar, guru saya menyarankan mendengarkan lagu dari Dream Theater, ia mengatakan bahwa lagu-lagunya mengandung banyak ilmu yang bisa dipelajari sebagai penunjang kursus gitar saya. Sepulang kursus, saya coba cari di internet dan mulai mendengarkan, lagu pertama yang saya dengarkan berjudul "Another Day". Saat itu tubuh saya seperti tersengat listrik, saya tidak peduli apakah itu akan bermanfaat pada kursus gitar saya atau tidak, pokoknya langsung klop begitu saja. Sejak saat itu saya mulai mencari lagu-lagu dari band lain yang memiliki aliran sejenis, dan saya sadar bahwa saya sedang jatuh cinta pada genre itu. Semua terasa begitu indah dan menyatu dengan diri saya tanpa saya mengetahui alasan mengapa bisa seperti itu dan saya memang tidak perlu alasan untuk tetap mendengarkan musik dari genre rock dan metal hingga saat ini.

    Begitulah kurang lebih penggambaran saya tentang mana yang sebatas suka, mana yang dinamakan cinta. Seringkali kita sulit menjabarkan alasan kita mencintai, yang kita tahu hanyalah menaruh perasaan pada hal itu. Alangkah indah nya jika cinta dapat terwujud diantara manusia dan alam semesta. Saya rasa jika cinta tidak lagi pamrih, maka kedamaian di dunia ini akan terwujud, tidak akan ada lagi pertumpahan darah karena manusia mencintai manusia lain dengan tulus. Bagaimana mungkin kita bertindak jahat pada apa yang kita cintai?

1 komentar:

  1. Setuju. Tapi sayangnya pikiran manusia itu terlalu kompleks. Kita tidak pernah tahu apa yang membentuk setiap pribadi sehingga kata cinta itu terlalu sakral. Sehingga satu2nya cinta yang saya percaya adalah cinta yang bukan dimiliki manusia tapi Penciptanya.
    Saya juga menyukai musik, tanpa alasan tapi saya langsung klop dan bahagia, di satu sisi saya rasa saya menyukai itu karena saya merasa ada aliran bahagia di dalam diri saya. Apakah itu cinta? Atau rasa suka yang berlebihan?

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.